1 Amerika Serikat pernah ingkar janji terhadap Vietnam Selatan. Akibatnya, Vietnam Selatan runtuh dan bersatu dengan Vietnam Utara. Jika hanya memiliki kekuatan militer yang tak seberapa, mungkin ada baiknya jangan terlalu percaya diri dan tak terlibat dalam perang berkepanjangan. Ya, frasa ini rasanya sangat cocok disematkan pada Vietnam
Bagaimanadengan NATO? Pada tahun 1970, Angkatan Darat AS memiliki sekitar 710.000 tentara di Eropa, sebagian besar berbasis di Jerman. Hari ini, AS hanya memiliki 27.500 tentara Jerman yang berbasis di kiri, sebagian besar unit dukungan non-tempur. Paling-paling, AS mungkin bisa membentuk dua brigade tempur dengan kekuatan hanya sekitar 5.500
negoisasi, selain menggunakan kekuatan militer itu sendiri. Sejak Perang Dunia ke II, telah ada norma yang kuat dalam sistem internasional, untuk menentang usaha-usaha mengubah batas negara dengan paksa. Beberapa usaha mendapat perhatian yang lebih dari masyarakat internasional, itulah sebabnya mengapa
Top1: Jelaskan latar belakang terjadinya perlawanan rakyat indramayu Top 2: Jelaskan latar belakang perlawanan rakyat Singapar - Roboguru; Top 3: Perlawanan Rakyat Indramayu terhadap Jepang Halaman all; Top 4: Perlawanan Rakyat Singaparna Halaman all - Kompas.com; Top 5: Gerakan Perlawanan Rakyat Indramayu (1942-1947)
PerkembanganEkonomi Dunia setelah Perang Dunia II. Ekonomi dunia pernah mengalami krisis ekonomi (Malaisse), factor-faktor yang menyebabkan terjadinya krisis ini adalah: Kemiskinan yang merajalela akibat Perang Dunia II. Hilangnya daerah-daerah pemasaran untuk barang-barang industry dan pertanian. Kredit macet dimana-mana.
Inilah10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia. Tak kurang dari 11.000 prajurit dan berbagai peralatan tempur militer Rusia dipamerkan dalam peringatan 69 tahun kemenangan atas Nazi Jerman di Lapangan Merah, Moskwa, Jumat (9/5/2014). Rusia hingga kini merupakan negara dengan kekuatan militer terbesar kedua di seluruh dunia.
GhVXFbD. Pahamifren, di antara kamu pasti pernah tahu peristiwa Perang Dunia 1 kan? Peristiwa bersejarah ini termasuk sebagai perang paling mematikan dalam sejarah umat manusia, lho. Setidaknya, ada 9 juta tentara dan 13 juta warga sipil yang tewas akibat perang ini. Sebenarnya, bagaimana sih proses terjadinya Perang Dunia 1, berapa banyak negara yang terlibat Perang Dunia 1? Nah, pada Materi Sejarah Peminatan Kelas 11 ini, Mipi mau mengajak kamu untuk membahas tentang Perang Dunia 1. Simak artikel ini sampai selesai ya. Latar Belakang dan Negara yang Terlibat Perang Dunia 1 Sebelum membahas tentang negara mana saja yang terlibat Perang Dunia 1, ada baiknya kamu mengetahui dulu latar belakangnya, sebagai berikut Latar Belakang Sebab khusus Perang Dunia 1 dipicu oleh peristiwa penembakan pewaris mahkota Austria-Hongaria, Archduke Franz Ferdinand dan istrinya, Archduchess Sophie, pada tanggal 8 Juni 1914 di Sarajevo oleh seorang Serbia-Bosnia, Gavrilo Princip. Penembakan itu akhirnya membuat Austria-Hungaria mengumumkan perang terhadap Serbia. Namun, proses terjadinya Perang Dunia 1 sebenarnya juga dilatarbelakangi oleh faktor lain, seperti imperialisme dan militerisme negara-negara Eropa. Pada abad ke-19, persaingan antara negara-negara imperialis besar di Eropa yang dipicu perkembangan industri, menciptakan banyak konflik politik di antara negara-negara tersebut. Konflik-konflik di antara negara-negara itu akhirnya mendorong pihak-pihak yang bertikai membentuk aliansi politik dan militer untuk menyeimbangkan kekuasaan yang ada di seluruh Eropa. Tantangan terbesar pada masa itu adalah penolakan Inggris untuk beraliansi dengan negara manapun, jatuhnya kekaisaran Ottoman, dan bangkitnya Prusia di bawah kepemimpinan Otto von Bismarck yang kemudian menguasai Jerman, mengalahkan Prancis dalam Perang Prancis-Prusia di tahun 1871, dan membentuk Kekaisaran Jerman. Pada tahun 1873, Bismarck kemudian membentuk aliansi Liga Tiga Kaisar antara monarki Jerman, Austria-Hongaria, dan Rusia demi mengisolasi Prancis dan mencegah Jerman diserang dari dua front, Prancis dan Rusia. Bismarck melakukan negosiasi dengan Rusia karena pada saat itu Prancis ingin membalas dendam atas kekalahan mereka dan mengambil alih kembali wilayah mereka yang direbut Jerman. Namun, pada tahun 1878, aliansi ini bubar karena kemenangan Rusia dalam Perang Rusia-Turki 1877–1878 dan Austria-Hongaria tidak sepakat dengan Rusia dalam kebijakan Balkan. Bubarnya Liga Tiga Kaisar membuat Jerman dan Austria-Hongaria membentuk Aliansi Dua pada tahun 1879, yang dipandang sebagai upaya dalam melawan pengaruh Rusia di Balkan ketika Kesultanan Ottoman semakin melemah. Aliansi Dua ini kemudian berubah menjadi Aliansi Tiga dengan bergabungnya Italia pada tahun 1882. Pada tahun 1887, Jerman dan Rusia membuat perjanjian rahasia, Perjanjian Reasuransi, mengenai sikap untuk tetap netral bila Jerman diserang oleh Prancis atau Rusia diserang oleh Austria-Hungaria. Sayangnya, saat Kaisar Jerman yang baru, Kaiser Wilhelm II, naik takhta dan memaksa Bismarck pensiun, semua kebijakan dan sistem aliansi Bismarck perlahan dihapus. Leo von Caprivi, Kanselir Jerman yang baru, juga membujuk Kaiser Wilhelm II untuk tidak memperbaharui Perjanjian Reasuransi dengan Rusia sehingga memungkinkan Prancis melawan Aliansi Tiga dengan Aliansi Prancis-Rusia pada tahun 1894. Pada tahun 1907, Inggris dan Rusia juga menandatangani Konvensi Inggris-Rusia. Sekalipun perjanjian tersebut bukan aliansi formal, tetapi dengan berakhirnya konflik kolonial antara Inggris dan Rusia ditambah berakhirnya konflik antara Inggris dan Prancis dalam Entente Cordiale, membuat Inggris dapat masuk ke konflik yang dihadapi Prancis atau Rusia di kemudian hari. Perjanjian bilateral antara Prancis, Inggris, dan Rusia ini kemudian dikenal sebagai Entente Tiga. Saat situasi semakin memanas di kalangan negara-negara besar Eropa, kekuatan industri dan ekonomi Jerman justru berkembang pesat, bahkan mampu menyaingi Inggris dan Prancis pada tahun 1871. Ditambah lagi, pada pertengahan 1890-an, Jerman membangun Angkatan Laut Kekaisaran Jerman Kaiserliche Marine untuk menyaingi Angkatan Laut Inggris dalam supremasi angkatan laut dunia dan menghasilkan perlombaan senjata angkatan laut antara Inggris dan Jerman. Dalam persaingan Jerman dengan Inggris tersebut, Inggris meluncurkan HMS Dreadnought, salah satu teknologi kapal tempur laut pada tahun 1906. Tindakan ini membuat Inggris menang atas Jerman. Pada tahun 1991, Kanselir Theobald von Bethmann-Hollweg mengakui kekalahan Jerman dan melakukan titik balik persenjataan dari angkatan laut ke angkatan darat. Persaingan militer antara Jerman dan Inggris akhirnya meluas ke negara-negara Eropa lainnya. Negara-negara di Eropa memanfaatkan basis industri mereka untuk memperkuat militer mereka dan memproduksi perlengkapan serta senjata yang diperlukan dalam konflik pan-Eropa. Tercatat antara tahun 1908 sampai 1913 belanja militer negara-negara kuat di Eropa meningkat hingga 50%. Pada tahun 1908–1909, Austria-Hongaria memicu krisis di Bosnia dengan secara resmi mencaplok bekas jajahan wilayah Ottoman Bosnia dan Herzegovina, yang telah diduduki 1878. Sikap Austria-Hongaria ini membuat Kerajaan Serbia dan pelindungnya, Pan-Slavia dan Ortodoks, marah. Perang Italia-Turki pada tahun 1911–1912 juga merupakan pendahulu penting dari Perang Dunia 1 karena memicu nasionalisme di negara-negara Balkan dan membuka jalan bagi Perang Balkan. Perang Balkan Pertama, yang terjadi pada tahun 1912–1913 antara Liga Balkan dengan Kekaisaran Ottoman, dan Perang Balkan Kedua pada bulan Juni 1913 antara Bulgaria melawan Serbia dan Yunani semakin membuat Balkan semakin tidak stabil. Krisis yang terus-menerus terjadi di Balkan kemudian membuat Balkan dikenal sebagai “tong mesiu Eropa”, atau kondisi yang berubah jadi bahaya di Eropa. Hingga akhirnya, puncak dari masalah-masalah di negara-negara Eropa tersebut adalah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dan Archduchess Sophie pada tahun 1914. Saat Austria-Hongaria mengumumkan perang terhadap Serbia, kekuatan negara besar Eropa pun tak dapat menahan diri sehingga Perang Dunia 1 pun pecah. Negara yang Terlibat Negara yang terlibat Perang Dunia 1 bukan hanya Austria-Hungaria dan Serbia, tapi juga beberapa negara-negara Eropa besar yang beraliansi dengan kedua negara tersebut, hingga akhirnya berakhir dengan terlibatnya berbagai kekuatan besar di dunia pada saat itu. Awalnya, Perang Dunia 1 terbagi antara dua kekuatan besar Eropa, yaitu Blok Sentral dan Blok Sekutu. Blok Sentral terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia Aliansi Tiga. Sementara Blok Sekutu terdiri dari Inggris, Prancis, dan Rusia Entente Tiga. Namun, seiring berjalannya waktu, kedua blok melakukan reorganisasi dan memperluas diri saat banyak negara lain ikut serta dalam Perang Dunia 1. Setelah reorganisasi, Blok Sentral terdiri dari Jerman, Austria Hongaria, Kesultanan Ottoman, dan Bulgaria. Sementara Blok Sekutu terdiri dari Serbia, Rusia, Prancis, Kerajaan Inggris Negara Persemakmuran Inggris dan Irlandia, Australia, Kanada, Selandia Baru, Newfoundland, Afrika Selatan, Kerajaan India, Belgia, Montenegro, Jepang, Italia, Portugal, Romania, Yunani, Amerika Serikat, San Marino, Kerajaan Hijaz, Andorra, Tiongkok, Brazil, Bolivia, Kosta Rika, Kuba, Guatemala, Haiti, Honduras, Ekuador, Nikaragua, Uruguay, Panama, Peru, Siam, Liberia, Republik Demokratik Armenia, dan Cekoslowakia. Ringkasan Proses Terjadinya Perang Dunia 1 Setelah pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dan Archduchess Sophie, terjadilah satu bulan manuver diplomatik antara Austria-Hongaria, Jerman, Rusia, Prancis, dan Inggris, yang kemudian dikenal sebagai Krisis Juli. Austria-Hongaria pada saat itu mengirimkan Ultimatum Juli ke Serbia berupa sepuluh permintaan yang sengaja dibuat tidak masuk akal untuk memulai perang dengan Serbia. Keinginan perang Austria-Hongaria dengan Serbia pun akhirnya terpenuhi saat Serbia hanya dapat menyetujui delapan dari sepuluh permintaan Austria-Hongaria. Pada tanggal 28 Juli 1914, tepat sebulan setelah peristiwa pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dan Archduchess Sophie, Austria-Hongaria pun menyatakan perang kepada Serbia. Perang antara Austria-Hongaria terhadap Serbia ini melibatkan aliansi masing-masing negara. Austria-Hongaria mendapatkan dukungan dari Jerman dan menyatakan perang terhadap Prancis, sementara Serbia mendapatkan dukungan dari Prancis dan Rusia. Saat Jerman menerobos Belgia untuk menyerang Prancis pada tanggal 4 Agustus 1914, Inggris masuk ke pertempuran dengan memberikan bantuan pada Belgia dan Prancis seraya menyatakan perang terhadap Jerman. Perang antara Austria-Hongaria melawan Serbia ini dapat dianggap sebagai alibi bagi Aliansi Tiga dan Entente Tiga untuk membalaskan dendam masing-masing sekaligus menunjukkan kekuatan masing-masing negara. Dalam seminggu, Perang Dunia 1 pecah dengan melibatkan lima negara besar. Perang Dunia 1 kemudian terjadi di dua front, yaitu front barat dan front timur. Di front barat, Jerman menghadapi Prancis, sementara di front timur, Jerman menghadapi Rusia. Pada saat itu Jerman berencana menghancurkan Prancis di front barat sebelum menghadapi Rusia di front timur. Namun, rencana Jerman ini gagal karena perlawanan sengit dari Prancis di Sungai Marne, sementara Rusia sudah menuju Prusia untuk melawan Jerman. Inggris yang sudah terlibat dalam pertempuran juga tetap dapat menguasai Selat Inggris. Perang yang semula direncanakan Jerman selesai dengan cepat, pada akhirnya berubah menjadi perang pasif. Kedua belah pihak akhirnya mengambil posisi defensif dalam Perang Parit yang memanjang sejauh 78 km dari Laut Utara hingga perbatasan Swiss. Sekalipun perang mulai melambat, kedua belah pihak tetap berusaha memperkuat diri dengan memperluas daerah jajahan mereka di luar Eropa. Perang Dunia 1 pun semakin besar dengan terlibatnya negara-negara lain di dunia. Prancis dan Inggris kemudian menyerang jajahan Jerman di Kamerun, Togoland, dan Afrika Timur. Di sisi lain, Jepang yang juga menjadi negara yang terlibat dalam Perang Dunia 1 dan bergabung pada Blok Sekutu, mengambil alih jajahan Jerman di Mariana, Karolina, dan Kepulauan Marshall yang berada di Asia Pasifik. Sementara Jerman yang tidak mau tinggal diam diserang sedemikian rupa, akhirnya melancarkan perang kapal selam tak terbatas secara besar-besaran pada tanggal 31 Januari 1971 untuk mematahkan blokade tentara Inggris. Dalam serangan besar-besaran ini, Jerman turut menenggelamkan lima kapal perang dan penumpang Amerika Serikat pada bulan Maret 1917, termasuk Kapal Lusiana yang ditenggelamkan Jerman pada tanggal 7 Mei 1915. Serangan Jerman pada kapal perang dan penumpang Amerika Serikat ini, membuat Amerika Serikat yang semula bersikap netral akhirnya menyatakan perang pada Jerman pada tanggal 10 April 1917. Jadi, Amerika Serikat secara tidak langsung juga menjadi negara yang terlibat Perang Dunia 1 saat itu. Di sisi lain, di negara Rusia juga terjadi gerakan Revolusi Buruh, gerakan yang menginginkan perdamaian karena sudah muak dengan perang ini. Revolusi Buruh di Rusia dipimpin oleh Vladimir Lenin dari kaum Bolshevik. Revolusi ini berakhir dengan digulingkannya Kaisar Nicholas II, hingga akhirnya membuat Rusia menarik diri dari Perang Dunia 1. Kejadian ini tentu sangat menguntungkan Blok Sentral. Namun tetap saja, setelah pasukan Amerika Serikat turun tangan membantu Blok Sekutu, pasukan Blok Sentral pun mulai terpukul mundur, hingga akhirnya pada 29 September 1918, Bulgaria menyerah. Kesultanan Ottoman pun menyusul menyerah pada bulan 30 Oktober 1918. Setelah itu, pasukan Austria-Hongaria juga menandatangani perjanjian gencatan senjata pada tanggal 4 November 1918. Negara Jerman yang akhirnya bertahan mati-matian dari gempuran Blok Sekutu pun mulai mengalami banyak kesulitan. Pasukannya mulai kelaparan dan banyak terjadi pemberontakan di kalangan masyarakat, salah satunya terjadinya Revolusi Jerman. Seruan Revolusi Jerman yang dilakukan oleh anggota komunis di Munchen akhirnya menggulingkan kekaisaran Wilhelm II dan mengubah Jerman menjadi negara republik. Jerman akhirnya menyerah pada tanggal 11 November 1918 dengan menandatangani perjanjian gencatan senjata. Momen perjanjian gencatan senjata ini sering dinilai sebagai tanda berakhirnya Perang Dunia 1. Namun, Perang Dunia 1 dapat dikatakan secara resmi berakhir pada 28 Juni 1919, setelah Jerman menandatangani Perjanjian Versailles bersama pihak Sekutu, yang dipimpin oleh Inggris, Prancis, dan Rusia. Nah, Pahamifren, itulah ulasan materi Sejarah Peminatan Kelas 11 tentang negara yang terlibat Perang Dunia 1. Buat kamu yang ingin mendapatkan akses materi belajar online menarik lainnya, kamu bisa mengunduh platform belajar online Pahamify. Ada ratusan materi belajar berkonsep gamifikasi dari Pahamify yang dijamin membuat proses belajar kamu jadi lebih seru dan tidak membosankan. Khusus buat kamu yang lagi ngambis masuk PTN favorit, kamu bisa mencoba latihan soal UTBK melalui fitur Try Out Online Gratis Pahamify. Kamu juga bisa mengikuti Pahamify Accelerator Program biar lebih siap mengikuti UTBK SBMPTN 2021. Tunggu apalagi? Download Pahamify sekarang juga dan manfaatkan seluruh fiturnya sebagai TemanPersiapanUTBK terbaik! Penulis Salman Hakim Darwadi Pahami Artikel Lainnya
Artikel ini menceritakan tentang penyebab kekalahan Jerman di Perang Dunia II, meski nampaknya mereka unggul dan hampir memenangkan perang masif ini. Halo, guys! Jumpa lagi dengan gue, Marcel. Seperti biasa, gue mau mengajak lo semua untuk melirik ke masa lampau lebay, ke salah satu peristiwa besar dalam sejarah manusia, ke peristiwa yang nyaris mengubah peta politik dunia, terutama Eropa. Peristiwa itu adalah Perang Dunia II. Kenapa gue nyebut bahwa peristiwa ini nyaris mengubah peta politik dunia? Karena pada saat itu Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler bisa dikatakan nyaris undefeatable, dan sanggup mengatasi lawan-lawannya. Terus kenapa Jerman malah ujung-ujungnya kalah? Nah, ini yang akan gue bahas di artikel ini. Kemenangan Hitler?Penyebab Pertama Gaya Kepemimpinan HitlerPenyebab Kedua Kesalahan Eksekusi Strategi di Uni Soviet dan Faktor MinyakPenyebab Ketiga Obsesi pada RasismePoint Keempat Faktor Amerika SerikatKuat dan dominan belum tentu menang. Kemenangan Hitler? Sebelum kita membahas kalahnya Nazi Jerman, gue mau bahas dulu peluang menangnya. Apakah dari awal Jerman pasti kalah dalam perang melawan Inggris, Perancis, Uni Soviet, dan lain-lain? Apakah sejak awal Hitler mustahil menang? Biar gue jawab dengan jelas Hitler BISA menang! Hitler punya banyak celah dan kemungkinan memenangkan Perang Dunia Kedua ini. Namun, perjuangan mengalahkan Hitler oleh orang-orang Rusia, Inggris, Amerika, dan lain-lain itu tak bisa dianggap “Ah, dari awal juga mereka pasti menang!” Kok bisa? Kenapa Hitler bisa menang walaupun Jerman dikeroyok begitu banyak negara? Pertama kita harus inget, perang itu seringkali bergantung pada teknologi. Tanpa teknologi yang mumpuni, jangan harap bisa mengalahkan lawan. Seratus ribu tentara bersenjata tombak udah pasti akan dibantai oleh seribu tentara yang bersenjata senapan mesin, mortar, tank, dan senjata-senjata modern lainnya. Nah, Jerman sejak akhir 1800an sudah memiliki teknologi yang menyaingi, bahkan di beberapa segi, mengalahkan teknologi-teknologi Inggris dan Amerika Serikat, apalagi teknologi Uni Soviet. Misalnya, Jerman adalah negeri pertama yang menggunakan pesawat militer bermesin jet. Contohnya pesawat Me-163 dan Me-262 milik Jerman dengan mesin jet yang pastinya lebih cepat daripada pesawat baling-baling milik para lawannya. Kedua, kemenangan perang juga bukan cuma soal teknologi tapi soal administrasi & logistik. Bagaimana mengatur, memasok, dan mengendalikan ribuan tentara. Percuma saja tentara-tentara itu bersenjata lengkap kalau dipimpin oleh anak TK tanpa sistem! Kita gak bisa ngelak bahwa negeri Jerman adalah negeri pencipta militer modern. Modern bukan dalam hal persenjataannya, tapi cara pandangnya, caranya menghadapi masalah, cara administrasinya. Orang Jerman yang berbudaya kaku, menghadapi Napoleon yang jenius, yang kreatif, kalah telak. Nah, sebagai orang kaku, mereka pun memutar otak, bagaimana mengalahkan jenius seperti Napoleon? Mereka akhirnya menciptakan sistem militer modern yang tidak mengandalkan orang-orang jenius seperti Napoleon, tapinya mengandalkan STAF. Staf adalah sekumpulan orang-orang yang biasa saja, tapi dilatih dan dididik secara ilmiah, untuk memecahkan masalah yg sudah dibagi-bagi logistik, komunikasi, artileri, dan lain-lain. Sistem inilah yang melahirkan negara Jerman modern. Sistem inilah yang ditiru oleh semua militer modern, yang tidak bergantung pada jenius lagi. Dengan pelatihan yang baik, opsir-opsir militer saat itu adalah sekumpulan opsir yang terlatih baik, terdidik baik, siap memenangkan perang. Ketiga, di tahun 1930an dan 1940an, lawan-lawan Jerman sedang lemah. Krisis ekonomi besar dari tahun 1928 belum berakhir. Pengangguran massal membebani masyarakat Amerika, Inggris, Perancis, dan negara-negara maju lainnya. Di Timur, Uni Soviet dipimpin oleh diktator “parno” bernama Iosif Stalin, yang membantai teman-teman seperjuangannya, petani-petaninya, bahkan opsir-opsir militernya sendiri, serta jutaan orang lainnya yang dia curigai. Semua negara kuat yang berada di sisi Barat maupun Timur Jerman pun sedang melemah. Jerman sendiri dengan program pembangunan besar-besarannya berhasil keluar dari krisis ekonomi. Jalan tol dibangun, pabrik-pabrik mulai produktif, dan yang terutama senjata-senjata tempur mulai dirakit. Ekonomi Jerman berhasil keluar dari krisis lebih dulu. Jerman pun siap memanfaatkan kelemahan lawan-lawannya ini. Jadi, pertanyaan berikutnya tentu saja Kalau udah punya 3 keunggulan ini, kok Jerman masih kalah? Setidaknya ada 4 sebab dasar kekalahan Jerman dalam perang dunia kedua Kepemimpinan Hitler, kesalahan strategi, obsesi pada rasisme, dan faktor Amerika Serikat. Loh, musim dingin di Uni Soviet kok gak disebut? Oh sabar, gue akan jelaskan kenapa musim dingin itu tidak begitu relevan. Penyebab Pertama Gaya Kepemimpinan Hitler Kalah menangnya Jerman dalam Perang Dunia Kedua tak bisa dipisahkan dari sosok Führer, sang pemimpin tertinggi Jerman sendiri, yaitu Adolf Hitler. Hayoo, coba tebak, Hitler itu pemimpin dengan gaya apa? Kalo baca-baca di internet dan denger dari kelas-kelas kepemimpinan katanya ada 6 jenis pemimpin, yaitu demokratis, otoriter, laissez-faire atau pemberi kebebasan, pelatih, kebapakan, dan affiliative atau pembangun hubungan emosional. Hitler tipe yang mana, coba? Lo mau jawab apapun, PASTI SALAH! Hitler itu bukan satu pun dari tipe-tipe itu. Hitler adalah tipe ketujuh yaitu tipe PENGADU DOMBA. Ini adalah tipe pemimpin yang jarang diomongin di kelas kepemimpinan. Padahal banyak tipe pemimpin di dunia ini yang semodel dengan Hitler. Loh, memimpin kok dengan mengadu domba “Kayak kumpeni”? Gini loh, Hitler itu diktator yang meyakini dirinya sudah memiliki wahyu Ilahi untuk membawa Jerman pada masa kejayaannya. Dia tahu betul hanya dia seorang yang sanggup melakukannya. Dia juga tahu betul, manusia itu seringkali serakah dan tidak bisa dipercaya. Posisi dia sebagai pemimpin selalu terancam oleh bawahan-bawahannya ini. Jadi, untuk memastikan bawahan-bawahannya itu tidak akan mengancam dirinya, Hitler memanipulasi agar mereka saling membenci, saling bersaing, dan saling menjatuhkan satu sama lain. Caranya gampang pastikan tugas dan tanggung jawab anak-anak buahnya ini tumpang tindih. Mereka akan bertengkar “Ini kan tugas gue, kok lo ikut campur sih?” di buanyak kesempatan! Para bawahan yang saling menjatuhkan ini takkan bisa mengumpulkan kekuatan untuk menjatuhkan Hitler. Malah sebaliknya. Mereka akan selalu mengumpulkan bukti-bukti kebusukan dan kesalahan satu sama lain, melaporkannya kepada Hitler. Hitler malah mendapatkan amunisi kalau saja seandainya ada salah 1 bawahannya yang tetap nekat memberontak. Pertengkaran-pertengkaran anak buah Hitler ini juga memastikan agar Hitler selalu dibutuhkan sebagai wasit, pengambil keputusan terakhir, dan pemimpin. Om Adolf Hitler Jangan heran, pemimpin model begini ADA BANYAK di dunia ini! Iya! BTW, gue sendiri pernah ngobrol–ngobrol sama pelatih kelas kepemimpinan soal ini, dia bilang banyak perusahaan swasta di Indonesia banyak yg bos besarnya kayak gini! Logika mereka gampang “Kalo mereka kompak, pasti mereka kompak demonstrasi, kompak minta gaji lebih tinggi, kompak minta tunjangan extra, dll. Mahal dan berabe, tuh kalo gitu! Harus gue pecah belah!” Sisi positif gaya adu domba ini adalah Hitler berhasil mengamankan posisinya. Tidak pernah ada anak buah terdekatnya yg mengancam kekuasaannya. Josep Göbbels, Hermann Göring, Heinrich Himmler, Martin Bormann, dan lain-lain semuanya bertengkar, bersaing, saling menjatuhkan. Tidak ada satu pun yg punya kesempatan membahayakan kepemimpinan Hitler. Sisi negatifnya, anak buah Hitler jadi gak pernah kompak. Organisasi yg harusnya bisa efisien malah jadi bengkak, karena banyak kantor kementerian yang tugasnya sama, padahal seharusnya nggak. Ketidakkompakan ini makin terasa saat Perang Dunia II dimulai. Sebelum kita omongin ketidakkompakan ini, gue harus tegaskan bahwa HITLER TIDAK MENGINGINKAN PERANG DI TAHUN 1939! Saat Hitler menyerang Polandia pada 1 September 1939, dia mengira Inggris dan Perancis akan tutup mata, dan manggut-manggut menerima, persis seperti saat dia merebut Austria Maret 1938 dan Cekoslovakia November 1938. Saat Inggris dan Perancis yg sudah berjanji melindungi Polandia menyatakan perang melawan Jerman, Hitler kaget. Dia tak menyangka Inggris dan Perancis yg ekonominya masih morat-marit akibat krisis malah menyatakan perang! Celakanya buat Jerman, di September 1939 itu militer Jerman belum siap sama sekali! Misalnya, Angkatan Laut Jerman jauh lebih kecil dari Angkatan Laut Inggris. Kapal-kapal perang terbesarnya baru akan rampung sekitar tahun 1944. Kapal selam Jerman sendiri tidak sampai 100 unit. Angkatan Udara Jerman juga belum memiliki bomber kelas berat. Kekurangan-kekurangan mesin perang ini memang bisa dikejar, tetapi ingat, anak buah Hitler tidak kompak. Akibatnya, ekonomi Jerman masih tidak 100% dicurahkan untuk memenangkan perang. Tidak seperti lawan-lawannya yang langsung mengerahkan 100% ekonominya untuk memenangkan perang begitu mereka mulai berperang, sementara Jerman baru all-out melakukannya di tahun 1943. Kenapa demikian? Balik lagi ke faktor pribadi Hitler. Beliau ini tidak mau memandatkan tanggung jawab untuk mengelola keseluruhan perencanaan militer ke anak buahnya yang ia adu domba tadi. Jadi, pada tahun 1943, ketika tuntutan perang mengharuskan pemusatan perencanaan militer ini, Hitler malah memilih menteri Pembangunan, seorang arsitek yang bernama Albert Speer, sebagai pengatur ekonomi perang Jerman. Pilihan ini amat logis dari sudut pandang Hitler. Speer lebih muda daripada Hitler dan bawahan-bawahan Hitler yang lain. Speer juga secara pribadi amat dekat dengan Hitler, yang selalu merasa “Dia itu SAYA seandainya saya berhasil jadi arsitek”. Kemungkinan Speer memberontak dan menyerang Hitler amat kecil. Secara pribadi, Speer juga bukan orang yang haus kekuasaan seperti banyak anak buah senior Hitler lainnya. So, hal yang seharusnya dilakukan sejak awal perang baru dilakukan 3 tahun kemudian akibat gaya kepemimpinan Hitler. Adanya prinsip “Di mana ada niat di situ ada jalan”. Salah satu bacotnya para motivator yang paling sering adalah soal niat. “Di mana ada niat di situ ada jalan” kata mereka. Hitler sangat percaya dengan prinsip ini. Buat Hitler, semua kegagalan adalah karena kurangnya niat. Tidak ada rencana atau strategi atau taktik yang tak bisa dieksekusi, cuma ada anak buah yang “Niatnya lemah” yang tak bisa menjalankannya. Penyebab Kedua Kesalahan Eksekusi Strategi di Uni Soviet dan Faktor Minyak Penyebab kekalahan Jerman berikutnya masih berhubungan dengan yang pertama. Jerman belum siap untuk berperang, sehingga tidak ada strategi jangka panjang sebagai “Roadmap” untuk mengalahkan lawan-lawannya. Setelah merebut separuh Polandia, Hitler menyerang Denmark dan Norwegia. Sebenarnya boleh dibilang berdasarkan rencana yang baru disusun, sih, tapi karena strategi dadakan ini berhasil, Hitler mengalihkan perhatiannya ke Perancis. Strategi dadakan untuk merebut Perancis ini sukses besar, dan berujung pada menyerahnya Perancis di bulan Juni 1940. Hitler makin berani, dia kini yakin dia itu seorang jenius militer. Nah, tinggal Inggris. Seandainya Inggris mau berdamai dengan Jerman, Hitler sudah menang. Namun, Inggris menolak berdamai. Hitler benar-benar bingung. Menurut logika Hitler, Inggris seharusnya mau berdamai dengan Jerman! Hitler TIDAK berniat menyerang Inggris. Ia cuma mau hidup berdampingan dengan Inggris, sang penguasa samudera, penjajah Asia dan Afrika nomor satu. Menurutnya, menghancurkan Inggris tidak akan memberikan Jerman apa-apa, malah nantinya cuma akan menghadiahkan jajahan-jajahan Inggris kepada Amerika Serikat dan Jepang. Masak sih Inggris gak bisa ngeliat hal ini? Hitler gak paham. Kebijakan luar negeri Inggris adalah mencegah dominasi Eropa oleh negara mana pun. Dominasi Hitler atas Eropa Barat dan Tengah tidak bisa ditoleransi oleh Inggris, sehingga Inggris tidak mau damai dengan Hitler. Bahkan, selebaran Hitler yang disebar di langit Inggris dijadikan kertas toilet oleh rakyat Inggris. Menyadari Inggris tak mau berdamai, Hitler memerintahkan angkatan udaranya untuk menghancurkan Inggris. Sayangnya, karena kesalahan strategi, Hitler gagal merenggut cakrawala Inggris. Pertanyaan berikutnya untuk Hitler adalah “Terus, sekarang ke mana?” Nah, di sini Hitler sadar betul, untuk memenangkan Perang Dunia II, minyaklah kuncinya. Tanpa sumber minyak, tidak akan ada bensin dan solar untuk menggerakkan truk, tank, kapal perang, dan mesin-mesin perang Jerman. Sumber minyak Hitler yang paling utama adalah ladang minyak Ploesti di Rumania, sayangnya minyak tersebut tidak cukup. Jerman sudah bisa menciptakan bensin dan solar dari batu bara, tapi terlalu mahal. Oleh karena itu, ia berpikit bahwa sumber minyak baru harus dikuasai. Mata Hitler langsung tertuju pada sumber minyak milik Uni Soviet di daerah Kaukasus. Apalagi, berlawanan dengan semua logika Hitler, saat itu Inggris masih menolak berdamai. Hitler yakin, Inggris menolak berdamai karena Inggris masih berharap Uni Soviet akan bergabung dengan mereka! Ya, satu-satunya cara untuk membuat Inggris menerima tawaran perdamaian adalah dengan menaklukkan Uni Soviet, menghancurkan harapan terakhir Inggris. Maka, Hitler pun memerintahkan jenderal-jenderalnya menyusun rencana untuk menguasai Uni Soviet. Maka, 3 juta tentara Jerman dan sekutu-sekutunya dikirim untuk menyerbu Uni Soviet. Rencana ini dikenal sebagai Operasi Barbarossa. Di benak Hitler, paling penting adalah ladang minyak, lalu berikutnya gandum sebagai sumber pangan Jerman. Jadi buat Hitler, pasukan Jerman harus dikerahkan untuk merebut ladang gandum Uni Soviet di Ukraina lalu dari situ mereka harus ngebut ke daerah Kaukasus. Namun, para jenderal Jerman berpikir untuk menaklukkan Moskow dulu. Buat para jendral itu, cara menaklukkan sebuah negara adalah dengan merebut ibukotanya. Akhirnya, jenderal-jenderal Hitler memerintahkan pasukan Jerman untuk menyerang Moskow, bukannya Ukraina atau Kaukasus. Kalau dilihat di peta di atas, pasukan Jerman semula menuju Moskow, lalu mendadak berbelok ke Selatan untuk merebut Kiev. Hitler murka. Dia pun bertengkar dengan para jenderalnya. Pasukan Jerman yang semula hendak langsung menuju Moskow malah ia perintahkan untuk belok ke Selatan, untuk merebut Ukraina dulu sebelum menyerang Moskow. Semua pertengkaran ini memakan waktu, dan menciptakan kebingungan di kalangan tentara Jerman. Padahal saat itu, pasukan Uni Soviet sedang kocar-kacir. Seandainya pasukan Jerman tidak menghabiskan waktu seperti ini, mereka pasti sudah berhasil merebut Moskow atau Kaukasus sebelum musim dingin 1941 yang begitu hebat datang. Kenyataannya, saat pasukan Jerman kembali melaju, musim dingin datang, padahal tentara Jerman TIDAK membawa perlengkapan musim dingin. Bayangkan berperang di suhu -40° C hanya dengan bermodalkan jas hujan. Akibatnya, di tahun 1941 itu, meski pasukan Jerman berhasil merebut Ukraina, mereka hanya bisa mendekati, tapi tidak menguasai Moskow, apalagi Kaukasus. Ketika keadaan sudah kacau, yang ditakutkan Hitler menjadi kenyataan pasukan Jerman mulai kekurangan bahan bakar. Di saat genting tersebut, pasukan Uni Soviet melakukan serangan balik. Pasukan Uni Soviet mendatangkan ratusan ribu tentara dari Siberia, melengkapi semua pasukannya dengan baju tebal untuk musim dingin, kacamata ski, dan peralatan-peralatan lainnya. Pasukan Jerman terpukul mundur, Moskow pun tidak pernah bisa direbut pasukan Jerman. Di tahun 1942, akhirnya tentara Jerman memutuskan untuk menyerang Kaukasus. Tujuan mereka adalah 2 kota penghasil minyak di Kaukasus Utara Maikop dan Grozny. Untuk mengamankan jalur kedua kota itu, pasukan Jerman harus mengamankan kota Stalingrad sekarang bernama Volgograd. Sayangnya, tenaga pasukan Jerman tidak cukup. Pasukan Jerman pun sudah terlalu jauh dari markas besar mereka. Medan perang yang harus mereka pertahankan terlalu luas dari Leningrad di Utara sampai Kaukasus di Selatan. Pasukan Jerman berhasil merebut Maikop, tapi, karena kekalahan besar mereka di Stalingrad, mereka terpaksa mundur sebelum merebut Grozny. Hitler tahu bahwa Jerman kini tak punya BBM untuk memenangkan perang. BBM mereka cuma cukup untuk bertahan, maka gerak mundur pasukan Jerman pun dimulai bersamaan dengan gerak maju pasukan Uni Soviet. Sebetulnya, Hitler punya jalur alternatif untuk merebut Kaukasus. Namun, dia tak menyadarinya, yaitu jalur Selatan. Perhatikan peta berikut ini Kalau saja Hitler memusatkan seluruh kekuatan Jerman dan Italia sebagai sekutu Jerman ke Libya untuk mendukung pasukan Jerman dan Italia menyerang Mesir, mereka bisa dengan mudah merebut terusan Suez. Ini kedengarannya kecil, tapi terusan Suez adalah urat nadi aliran sumber daya Inggris dari Asia dan Afrika Timur ke tanah air Inggris. Saat itu, tanah air Inggris mulai kewalahan, kekurangan bahan baku akibat serangan Jerman dan Italia. Jatuhnya Suez akan memaksa kapal-kapal Inggris untuk memutari seluruh benua Afrika, membuat seluruh industri Inggris kekurangan bahan baku, mengurangi daya perang Inggris. Karena itu, komandan Angkatan Laut Jerman, laksamana Erich Raeder, pernah bilang “Merebut Suez itu lebih penting daripada merebut London!” Lalu, setelah Suez jatuh, Jerman bisa langsung ngebut ke Utara, merebut Palestina, Suriah, Irak, dan menjangkau Kaukasus dari Selatan. Semua ini tak terjadi karena Hitler hanya mengirim 2 divisi Sekitar 30 ribu tentara ke Afrika. Pasukan kecil tersebut di bawah pimpinan jendral Erwin Rommel yang karismatik berhasil memporak-porandakan tentara Inggris di Mesir, dan mengancam terusan Suez. Kemenangan Rommel membuat Inggris terhenyak. Tidak seperti Hitler, pihak Inggris menyadari pentingnya terusan Suez. Mereka pun mengirimkan semua tentara yang bisa mereka dapatkan ke daerah itu, dan mengirimkan semua kapal perang dan kapal terbang untuk memotong jalur bala bantuan Rommel dari tanah Italia. Angkatan Laut Italia sebetulnya punya kapal perang untuk melawan upaya Inggris ini, masalahnya, mereka kekurangan BBM. Kapal-kapal perang Italia yang canggih tak bisa berlayar karena ketiadaan BBM. Dikeroyok oleh bejibun tentara Inggris, kekurangan amunisi, kekurangan BBM, dan kekurangan bala bantuan manusia juga, Rommel akhirnya terpaksa mundur dari Mesir. Rommel bisa berbuat jauh lebih banyak kalau saja dari awal dia mendapat lebih dari 2 divisi, atau paling tidak, sekalian saja 100 ribu tentara. Daripada mengirim 3 juta tentara ke Uni Soviet, mengirim 100 ribu tentara ke Afrika akan jauh lebih efektif. Sayangnya Hitler tidak terlalu mengindahkan saran dari Raeder dan Rommel yang terus menerus meminta bala bantuan untuk pasukan Afrika ini. Penyebab Ketiga Obsesi pada Rasisme Ketika membicarakan Nazi Jerman, selain teringat pada Perang Dunia II, tentu saja kita juga teringat pada genosida bangsa Yahudi, Slavia, Romani Gipsi, dan bangsa-bangsa lain yang dilabeli Untermensch Manusia rendahan di tanah Eropa. Padahal, di artikel gue terdahulu, gue pernah singgung bahwa negeri yang paling kuat adalah negeri yang paling toleran. Sayangnya, Hitler malah berusaha menjadikan Jerman sebagai negeri terkuat sepanjang sejarah dengan mengandalkan intoleransi. Di buku Mein Kampf, Hitler dengan gamblang menulis bahwa dia sangat membenci etnis Yahudi, Slavia, Romani, dll., serta berniat “memurnikan” Jerman, membersihkan Eropa, mensucikan dunia dari “pencemaran” etnis-etnis itu! Intoleransi, rasisme, pribumiisme itu mahal harganya. Sebelum perang dimulai saja, partai Nazi dengan sistematis merundung, menganaktirikan, bahkan menghajar para Untermensch ini. Mereka pun ramai-ramai meninggalkan tanah Jerman. Padahal, mereka ini bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah ilmuwan, insinyur, guru, seniman, dokter, tukang terampil dan lain-lain. Orang-orang yang tenaganya, kecerdasannya, kreativitasnya, keterampilannya amat dibutuhkan untuk memenangkan perang. Salah satu orang yang paling tersohor yg meninggalkan Jerman karena rasisme ini adalah Albert Einstein. Banyak dari orang-orang ini pindah ke Amerika Serikat dan akhirnya menyumbangkan seluruh tenaga mereka untuk mengalahkan Nazi Jerman dengan berbagai cara. Menjadi tentara salah satunya. Cara lainnya adalah dengan menjadi insinyur dan ilmuwan yang bergabung dalam Proyek Manhattan untuk merancang bom atom pertama di dunia. Orang-orang yang dirundung ini malah berbalik membantu mengalahkan si perundung. Orang “rendahan” ini ternyata bisa mengalahkan “Ras Unggul” yang begitu diagung-agungkan Hitler dan para pengikutnya. Namun, masih banyak yang tak bisa melarikan diri dari wilayah Jerman. Orang-orang ini secara sistematis dibantai di kamp konsentrasi. Nah, pembantaian ini menarik dari segi militer, karena mengangkut orang-orang ini ke pusat pembantaian ini tidak murah. Butuh kereta api, perencanaan, dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk Mengangkut barang tambang ke pabrik Mengangkut tank, pesawat, dan lain-lain dari pabrik ke medan perang Mengangkut tentara ke medan perang Mengungsikan tentara yg terluka Ternyata, semua itu tidak sepenting mengangkut para Untermensch ke kamp konsentrasi, karena “Membersihkan dunia dari Untermensch” adalah esensi; tujuan dasar rezim Nazi. Salah satu kamp konsentrasi Nazi Jerman di Dachau. Terakhir, obsesi pada rasisme ini juga yang membuat Jerman melewatkan kesempatan mengalahkan Uni Soviet. Rakyat Uni Soviet sebetulnya amat membenci partai Komunis dan Iosif Stalin yang sudah membantai jutaan saudara-saudara mereka. Mereka menyambut tentara Jerman sebagai pembebas. Kalau saja pihak Jerman memang datang sebagai pembebas, seluruh Uni Soviet akan runtuh seperti tumpukan kartu yg ditiup. Masalahnya, pasukan Jerman selalu diikuti pasukan SS dan pasukan pembantai lainnya yang membantai, memperkosa dan menjarah semua kota dan desa Uni Soviet yang mereka taklukkan. Rakyat Uni Soviet berhenti menyambut tentara Jerman dan malah bersatu di bawah komando Stalin. Ini bukan perang demi Stalin atau demi Komunisme. Buat rakyat Uni Soviet, ini jadi perang untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan bangsa mereka. Point Keempat Faktor Amerika Serikat Faktor terakhir yang menyebabkan kekalahan Jerman adalah perang melawan Amerika Serikat. Loh, kok ini dipisahkan? Begini loh, Amerika Serikat TIDAK PERNAH menyatakan perang melawan Jerman. Ingat, yang menyerang Amerika Serikat adalah Jepang. Setelah Pearl Harbor, presiden Roosevelt menyatakan perang melawan Jepang. Tidak ada kata Jerman atau Nazi atau Hitler dalam pernyataan perang tersebut. Semua pun bertanya-tanya, “Jerman gimana?” Dari sudut pandang Jerman sendiri, Hitler sebetulnya tak bisa mendapat apa-apa dari menyatakan perang melawan Amerika Serikat. Memangnya wilayah Amerika Serikat mana yang dibutuhkan Jerman? Memangnya sumber daya esensial apa yang hanya bisa didapat jika menaklukkan Amerika Serikat? Memangnya Jerman punya kemampuan menyeberangi samudera Atlantik dan menyerang tanah air Amerika Serikat? Semua pertanyaan itu jawabannya adalah TIDAK ADA. Salah satu poster propaganda Amerika Serikat yang menunjukkan sentimen anti Hitler dan Nazi Jerman. Namun, kenyataannya, tanggal 11 Desember 1941, empat hari setelah Pearl Harbor, Hitlerlah yang menyatakan perang melawan Amerika Serikat. Hitler sudah lama kesal, sebab dia tahu persis, walau Amerika Serikat berstatus netral dalam perang, sebetulnya diam-diam memasok Inggris dan Uni Soviet dengan senjata, truk, pesawat, dan lain-lain. Serangan Jepang di Pearl Harbor membuat Hitler 100% yakin akan kemenangan Jerman atas Amerika Serikat. Ini adalah kesalahan perhitungan; blunder terbesar yang dibuat oleh Hitler. Dengan adanya status perang antara Amerika Serikat dengan Jerman, Amerika Serikat dan rakyatnya mengerahkan segenap kekuatan militer, sumber daya, dan industrinya secara terang-terangan. Sebelumnya, karena kuatnya lobi anti perang di Amerika Serikat, mereka tak bisa 100% mendukung Inggris dan Uni Soviet. Hitler sudah menjadikan negara penjajah terkuat Inggris dan negara dengan daratan terluas Uni Soviet sebagai musuhnya. Kini dia menjadikan negara dengan ekonomi terbesar di dunia sebagai musuh barunya. Amerika Serikat langsung mengirim ribuan kapal terbang, ratusan ribu tentara, ratusan kapal perang, dan lain-lain. Dengan bantuan Amerika Serikat, Inggris mengamankan Samudera Atlantik dari ancaman kapal selam Jerman; menghujani kota-kota Jerman dengan bom, dengan agresif menyerang posisi-posisi pertahanan Jerman di Afrika Utara, Italia, bahkan merebut kembali tanah Perancis dengan operasi amfibi terbesar sepanjang sejarah. Semua ini takkan mungkin tercapai di tahun 1942 – 1944 seandainya Amerika Serikat tidak terlibat perang terbuka melawan Jerman. Kuat dan dominan belum tentu menang. Jadi, mengapa Jerman kalah? Padahal di awal mereka nampak begitu unggul. Banyak banget faktor yang menyebabkan kekalahan Jerman, pribadi Hitler memang sebuah faktor yang amat berpengaruh, tetapi jika saja operasi Barbarossa dimulai sesuai dengan keinginan Hitler sehingga Jerman berhasil merebut Kaukasus di akhir 1941, Jerman memiliki peluang besar untuk mengalahkan Uni Soviet dan memenangkan Perang Dunia II. Seandainya musim dingin di tahun 1941 tidak memecahkan rekor… Seandainya Rommel mendapatkan lebih dari 2 divisi… Seandainya ada anak buah Hitler yang meyakinkan bosnya bahwa perang terbuka melawan Amerika Serikat adalah ide buruk… Ada begitu banyak pengandaian. Namun, pada akhirnya kekalahan Jerman ini dapat kita kaitkan dengan prinsip Leo Tolstoy dalam novel Anna Karenina Semua pernikahan bahagia itu mirip, semua pernikahan tidak bahagia itu tidak bahagia menurut cara mereka masing-masing. Untuk mencapai kebahagiaan, untuk mencapai kesuksesan dalam segala hal, bukan cuma dalam pernikahan, tantangannya banyak. Sebagian besar, atau bahkan semua harus diatasi. Sebaliknya, untuk gagal itu mudah. Kegagalan mengatasi SATU saja masalah itu bisa berujung pada kekalahan, ketidakbahagiaan, dan kegagalan. Mimpi Hitler untuk menjadikan negeri nomor satu di dunia adalah salah satu mimpi dimana prinsip Anna Karenina ini berlaku. Menjadikan Jerman negara terhebat di dunia itu sulit. Kegagalan Hitler, partai Nazi, serta bangsa Jerman dalam mengatasi permasalahan-permasalahan mereka selama Perang Dunia II menjadi penyebab kekalahan mereka sendiri. Gimana? Lo bisa dapat pelajaran apa dari cerita ini? Well, sekuat dan sedominan apa pun lo, kalau lo gak bisa mendisiplinkan diri dalam mengatasi permasalahan, kemenangan yang sudah nampak di depan gerbang pun dapat berubah menjadi kekalahan. Sekian dulu cerita gue, guys. Semoga cerita tentang kekalahan Jerman di Perang Dunia II ini bisa menjadi pembelajaran untuk lo semua. Kalo lo ada pertanyaan atau mau diskusi tentang topik ini, boleh banget tulis di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel berikutnya, ya. Referensi Alan Bullock Hitler A Study in Tyranny Alan Bullock Hitler & Stalin Parallel Lives August Kubizek The Young Hitler I Knew Frank Smoter Adolf Hitler the Making of a Führer di diakses tanggal 12 September 2016 Norman M. Naimark Stalin’s Genocide Ojong Perang Eropa 1, 2, dan 3. Patrick J. Buchanan Chuchill, Hitler, and the Unnecessary War Richard Overy Russia’s War A History of the Soviet War Effort 1941-1945 Samuel P. Huntington The Soldier and The State Simon Sebag Montefiore Stalin The Court of the Red Tsar Sumber Peta Wikimedia Commons United States Military Academy Westpoint Department of History European Theater Map
SOAL A Isilah jawaban berikut dengan benar! Berakhirnya Perang Dunia II memberikan dampak munculnya dua kekuatan besar yang pada era selanjutnya membagi dunia menjadi dua kekuatan yang kita kenal sebagai era Perang Dingin. Berikut adalah hal – hal berkaitan dengan munculnya Perang Dingin kecuali …a. Adanya pertentangan antar ideologi di Eropa Barat dan Eropa Timurb. Jerman terbagi menjadi dua, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timurc. Adanya persaingan pakta pertahanan antar ideologi yang bersaing di Eropa Barat dan Eropa Timurd. Adanya pertentangan antara faham demokrasi dengan paham fasismee. Adanya kepentingan yang sama antara Amerika dan Uni Soviet dalam penyebaran ideologi dan perluasan kekuasaan. Ciri Perang Dingin adalah pembentukan aliansi antara negara adikuasa. Uni Soviet dan Eropa Timur sepakat membuat sebuah organisasi pakta pertahanan yang bertujuan untuk …..a. Membendung pengaruh fasisme di sebagian besar wilayah Eropa maupun diduniab. Menyebarkan pengaruh demokrasi di sebagian besar wilayah Eropac. Meningkatkan pertahanan Uni Soviet dan sekutunyad. Mengembangkan teknologi dalam bidang persenjataane. Mengimbangi munculnya pakta pertahanan dari Amerika dan Eropa Barat Asia Tenggara menjadi wilayah sasaran dari Perang Dingin. Tercatat beberapa negara mendapatkan dampak Perang Dingin seperti Vietnam dan Kamboja. Organisasi dari liberalisme pun dibentuk untuk menahan menyebarnya komunisme di Asia Tenggara. Alasan Indonesia tidak masuk ke dalam pakta pertahanan SEATO di Asia Tenggara adalah ….a. Indonesia memilih untuk netral dalam Perang Dinginb. Indonesia masih dalam tahap konflik ideologi pada masa ituc. Perbedaan pendapat internal Indonesia dalam menyikapi masalah Perang Dingind. Indonesia lebih dekat dengan Uni Soviete. Adanya permasalahan Indonesia dengan bangsa – bangsa imperialis dari Eropa Salah satu upaya Eropa Barat dan Amerika dalam menghadang laju komunisme di Timur Tengah dalam Perang Dingin adalah …a. Mengirim agen CIA ke Timur Tengahb. Mengirim pasukan perdamaian ke Timur Tengahc. Membentuk pakta pertahanan ANZUSd. Dibentuknya pakta pertahanan CENTOe. Mendekati negara – negara islam agar tidak mendekat ke komunisme Berikut yang bukan pengaruh Perang Dingin terhadap bidang politik diantaranya ….a. Polarisasi ideologi komunisme dan liberalismeb. Perpecahan negara akibat perbedaan pandangan dalam ideologic. Pecahnya Jerman Barat dan Timurd. Munculnya Marshall Plan dan Molotov Plane. Penerapan democratizatsia di Uni Soviet Informasi berikut yang tidak tepat terkait dengan informasi Perang Dingin adalah ….a. Konflik yang melibatkan dua negara adidaya, Amerika Serikat dan Uni Sovietb. Salah satu faktor pemicu konflik adalah perbedaan ideologi antara Amerika Serikat dan Uni Sovietc. Salah satu upaya yang dilakukan Amerika Serikat untuk membendung komunisme adalah dengan membentuk pakta pertahanand. Untuk memperebutkan pengaruh di dunia ketiga, Amerika Serikat dan Uni Soviet melakukan sejumlah intervensi politik ke beberapa negarae. Persaingan Amerika Serikat dan Uni Soviet selama periode Perang Dingin berujung pada konflik secara langsung antara kedua negara Pada dasarnya Perang Korea merupakan perang antar ideologi. Berikut ini adalah negara yang ikut dalam Perang Korea, kecuali …..a. Amerika Serikatb. Venezuelac. Uni Sovietd. Cinae. Inggris Salah satu strategi Amerika Serikat dalam menarik Eropa Barat agar berkiblat kepada Amerika Serikat adalah dengan meluncurkan dua program, Marshall Plan dan Grants in Aids. Dampak negatif yang dirasakan Eropa Barat akibat Marshall Plan adalah …. a. Eropa Barat harus mengembalikan uang yang diberikan Amerika Serikatb. Hubungan Amerika Serikat dan Eropa Barat merenggangc. Keharusan negara – negara Eropa Barat bekerjasama dengan Amerika Serikatd. Ketergantungan politik Eropa Barat terhadap Amerika Serikate. Militer Amerika Serikat banyak memberi bantuan kepada Eropa Barat Uni Soviet berusaha menyaingi kebijakan Amerika Serikat terkait perebutan hegemoni di Eropa Timur dengan tujuan untuk menata kembali perekonomian negara – negara Eropa Timur dan badan kerjasama ekonomi. Kebijakan tersebut adalah ….a. Pakta Warsawab. Marshal Planc. Konferensi Yaltad. Propaganda Imperialisme e. Molotov Plan Perhatikan negara dibawah ini 1 Amerika Serikat2 Turki3 Belgia4 Polandia5 YugoslaviaDari daftar negara diatas, yang termasuk dalam keanggotaan NATO adalah ……a. 1, 2, 3b. 1, 3, 5c. 1, 2, 4d. 2, 3, 4e. 3, 4, 5 Perang Dingin mengharuskan Amerika Serikat dan Uni Soviet saling bersaing dalam hal mata – mata. Penggunaan CIA sebagai organisasi mata – mata paling terlihat di konflik….a. Perang Vietnamb. Konflik Teluk Babi, Kubac. Perang Koread. Perang Afganistane. Konflik Kamboja Perang Dingin tidak hanya berkutat pada perang fisik saja. Perang Dingin juga berdampak pada persaingan teknologi di kedua belah pihak yang ditandai dengan diluncurkannya pesawat ke luar angkasa. Tokoh Uni Soviet yang pertama kali terbang ke luar angkasa adalah ….a. Leonid Breznevb. Nikita Kruschevc. Yuri Gagarind. Neil Amstronge. Yuri Zhirkov Perhatikan kalimat dibawah ini 1 The Four Point Program2 Molotov Plan3 Comecon4 Marshall Plan5 Grants in AidsBentuk strategi yang dilakukan Amerika Serikat untuk menarik dukungan dari bangsa – bangsa di dunia adalah ……a. 3, 4, 5b. 2, 3, 4c. 1, 2, 3d. 1, 4, 5e. 2, 4, 5 Persaingan kedua blok dalam Perang Dingin memicu ketegangan bahkan konflik regional di berbagai belahan dunia. Konflik – konflik tersebut antara lain, kecuali .…a. Perang Koreab. Pecahnya Jerman Barat dan Jerman Timurc. Perang Vietnamd. Krisis Rudal Kubae. Perang Gallipoli Presiden RI Soekarno merespon keadaan dunia saat terjadi Perang Dingin, memisah Blok Barat dan Blok Timur. Beberapa negara terkena imbas. Indonesia dan beberapa negara lain kemudian bersepakat untuk membentuk sebuah organisasi nan sama sekali tida memihak kedua blok, apakah organisasi tersebut ….a. ASEANb. KAAc. GNBd. SEATOe. NATO Kurun waktu 1968-1982 dilakukan upaya meredakan ketegangan Perang Dingin atau dinamakan masa détente. Apa dampak kebijakan yang disetujui di Asia Tenggara pada bidang militer masa sekarang terkait dengan masa détente pada Perang Dingin ….a. Perekonomian meningkatb. Larangan penggunaan senjata nuklirc. Pengurangan senjata strategisd. Membantu negara – negara non nuklir yang menjadi korban perang nuklire. Munculnya organisasi ASEAN Pasca Perang Dingin, polarisasi berubah dari blok kiri dan blok kanan menjadi kerjasama negara – negara Kawasan utara dan Kawasan selatan. Wujud kerjasama antara kawasan utara dan selatan dalam bidang ekonomi adalah ….a. Munculnya pinjaman modal negara selatan kepada negara utarab. Keterbatasan sumber daya alam di negara selatan mengharuskan negara selatan ketergantungan bahan mentah dari negara utarac. Negara Kawasan utara menanamkan modalnya ke selatan untuk membangkitkan ekonomi negara – negara tersebutd. Munculnya kolonialisme di Kawasan utara dan selatane. Eksploitasi negara – negara selatan Blok Barat dan Blok Timur adalah dua blok yang sangat kuat dimasa Perang Dingin yang dipimpin oleh negara adikuasa …..a. Amerika dan Uni Sovietb. Inggris dan Jermanc. Italia dan Jermand. Jepang dan Cinae. Polandia dan Yugoslavia Arah kebijakan luar negeri Indonesia dimasa Perang Dingin pada tahun 1960 ketika Indonesia menerapkan system demokrasi ….a. Terpimpinb. Parlementerc. Liberald. Sosialise. Fasisme Perhatikan nama – nama negara berikut 1 Afrika Selatan2 Amerika Latin3 Kanada4 Inggris5 JermanNegara – negara kelompok utara ditunjukkan pada nomor ….a. 1, 2 dan 3b. 1, 3 dan 5c. 2, 3 dan 4d. 2, 4 dan 5e. 3, 4 dan 5Jawablah pertanyaan dibawah Ini dengan benar dan jelas 1. Jelaskan keterkaitan berakhirnya Perang Dunia II dengan munculnya perang proxy di negara – negara ketiga!2. Jelaskan sejarah Perang Dingin di wilayah Amerika Latin maupun di Eropa!3. Jelaskan bagaimana keadaan ekonomi Amerika Serikat pasca Perang Dingin!4. Sebutkan dan jelaskan 3 organisasi aliansi militer yang berdiri pada Perang Dingin!5. Sebutkan tokoh – tokoh pendiri ASEAN!6. Jelaskan bagaimana ketergantungan negara Kawasan Utara terhadap negara Kawasan Selatan Baca Juga Soal UAS Sejarah Peminatan kelas XII SOAL B Isilah jawaban berikut dengan benar! Berakhirnya Perang Dunia II berdampak pada munculnya dua kekuatan besar yang pada era selanjutnya, membagi dunia menjadi dua poros kekuatan yang kita kenal sebagai era Perang Dingin. Munculnya Perang Dingin tersebut dilatarbelakangi oleh …..a. Adanya pertentangan antar negara di Eropa yang disebabkan oleh perebutan daerah jajahanb. Munculnya gerakan nasionalisme untuk membentuk suatu ras, tradisi, agama maupun kebudayaanc. Adanya persekutuan politik antarnegara didasari oleh kepentingan yang sama d. Adanya pertentangan antara faham demokrasi dengan paham fasismee. Adanya kepentingan yang sama dalam penyebaran ideologi dan perluasan kekuasaan. Salah satu ciri dari Perang Dingin adalah adanya pembentukan aliansi antara negara adikuasa baik Uni Soviet maupun Amerika Serikat. Eropa Barat dan Amerika Serikat sepakat membuat sebuah organisasi pakta pertahanan di Eropa yang bertujuan untuk …..a. Membendung pengaruh komunis di sebagian besar wilayah Eropa maupun diduniaab. Menyebarkan pengaruh komunis di sebagian besar wilayah Eropac. Meningkatkan pertahanan Uni Soviet dan sekutunyad. Mengembangkan teknologi dalam bidang persenjataane. Mengekspansi wilayah strategis di Eropa dan Amerika Perang Dingin mengharuskan masing – masing blok yang berseteru mencari strategi terbaik dalam memenangkan Perang Dingin. Salah satu organisasi spionase pada masa Perang Dingin adalah KGB Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti yang bertugas sebagai….a. Pasukan inteligen Amerika di Eropa dan Asiab. Tentara pertahanan Uni Soviet di Jerman Timur dan Kubac. Dinas rahasia Uni Soviet yang bertugas memperoleh informasi rahasiad. Tentara pengintai Amerika di daerah – daerah strategis duniae. Pasukan Uni Soviet dalam ekspansi Perang Dingin Uni Soviet dan Amerika Serikat terlibat dalam perang proksi selama Perang Dingin. Pernyataan berikut yang kurang tepat untuk mendefinisikan perang proksi adalah ….a. Amerika Serikat dan Uni Soviet memanfaatkan konflik di negara dunia ketiga untuk memecah negara tersebutb. Kedua negara tersebut berperang di negara lain untuk menyebarkan ideologinyac. Amerika Serikat dan Uni Soviet berupaya memenangkan pertarungan ideologi dengan memanfaatkan konflik negara laind. Amerika Serikat dan Uni Soviet berperang secara langsung untuk memenangkan konflik ideologie. Negara – negara dunia ketiga menjadi tempat perang bagi Amerika Serikat dan Uni Soviet Berikut yang bukan pengaruh Perang Dingin terhadap ekonomi global diantaranya ……a. Munculnya Uni Soviet sebagai negara kreditorb. Peningkatan perekonomian negara – negara berkembangc. Perkembangan IPTEK meningkatkan perekonomiand. Terjadinya krisis ekonomi di beberapa negara Eropae. Penerapan paham demokratisasi di berbagai negara Perjanjian Postdam yang mengakhiri PD II banyak memberikan dampak negatif kepada Jerman. Wilayah Jerman terutama di Berlin terbagi menjadi dua wilayah. Alasan paling tepat mengapa banyak orang – orang Jerman yang berada di Berlin Timur menginginkan pindah ke wilayah Berlin Barat adalah …..a. Perbedaan kebudayaan antara Jerman dan Uni Soviet di kota Berlinb. Faham komunisme di Berlin Timur mengekang kebebasan orang Berlin Timurc. Berlin Barat banyak memberi janji kemakmuran kepada rakyat Berlin Timurd. Perbedaan faham Berlin Timur terhadap Uni Soviet e. Berlin Timur menginginkan pemberontakan terhadap Uni Soviet Strategi politik yang diberikan Amerika Serikat adalah bantuan berupa keuangan, militer, dan penasehat militer. Salah satu kebijakan bantuan Amerika Serikat adalah Grants in Aid. Dampak positif apa yang dirasakan Amerika Serikat saat ini terkait kebijakan Grants in Aid …. a. Eropa Barat harus tunduk kepada Amerika Serikatb. Hubungan Amerika Serikat dan Eropa Barat harmonisc. Keharusan negara – negara Eropa Barat untuk membeli produk – produk dari Amerika Serikatd. Ketergantungan politik Eropa Barat terhadap Amerika Serikate. Militer Amerika Serikat banyak memberi bantuan kepada Eropa Barat Uni Soviet berusaha menyaingi kebijakan Amerika Serikat terkait perebutan hegemoni di Eropa Timur dengan tujuan untuk menata kembali perekonomian negara – negara Eropa Timur dan badan kerjasama ekonomi. Kebijakan Uni Soviet tersebut adalah ……a. Pakta Warsawab. Marshal Planc. Konferensi Yaltad. Propaganda Imperialisme e. Molotov Plan Perhatikan negara dibawah ini 1 Bulgaria2 Rumania3 Polandia4 Yunani5 TurkiDalam waktu singkat 1945-1948 Uni Soviet berhasil membentuk pemerintahan komunis di negara mana saja ….a. 1, 2, 3b. 1, 3, 5c. 1, 2, 4d. 2, 3, 4e. 3, 4, 5 Semenanjung Korea dibagi menjadi dua yaitu Korea Utara dibawah kekuasaan Uni Soviet sehingga Kim Il Sung menjalankan pemerintahan atas dasar pemikiran komunis, hal ini terdapat dalam …..a. Perjanjian Zaragozab. Marshal Planc. Konferensi Yaltad. Propaganda Imperialismee. Perjanjian San Fransisco Perang Dingin juga terjadi di Amerika Latin, dimana Presiden Kuba mendirikan negara komunis di Kuba. Siapakah tokoh pemimpin komunis tersebut …..a. Raul Castrob. Fidel Castroc. Amerigo Vespuccid. Mussolinie. Adolf Hitler Perhatikan kalimat dibawah ini 1 Pembentukan NATO2 Pembentukan Doctrin Truman3 Pembentukan ANZUS4 Pembentukan Molotov Plan5 Pembentukan SEATOBentuk sistem aliansi baik yang dilakukan Blok Timur maupun Blok Barat adalah ……a. 3, 4, 5b. 2, 3, 4c. 1, 2, 3d. 1, 3, 5e. 2, 4, 5 Kebimbangan Indonesia dalam keberpihakan pada Perang Dingin ditunjukkan pada masa Demokrasi Terpimpin. Indonesia lebih memilih netral dengan membentuk aliansi Gerakan Non Blok. Berikut yang bukan latar belakang Indonesia dan beberapa negara menyatakan diri sebagai negara – negara netral GNB adalah ….a. Ketakutan dalam Perang Dinginb. Keinginan untuk terbebas dari pengaruh dua negara adidayac. Tidak mendapatkan bantuan dari masing – masing negara adidayad. Ketidak setujuan rakyat dalam keberpihakan negara – negara GNB untuk masuk kedalam salah satu bloke. NATO dan Pakta Warsawa memberikan ancaman keamanan terhadap negara – negara GNB Netralitas Indonesia dalam Perang Dingin ditunjukkan dengan didirikannya GNB. Alasan Indonesia untuk memilih netral berkaitan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yaitu ….a. Netralb. Pasifc. Bebas aktifd. Sangat aktife. Aktif Kurun waktu 1968-1982 dilakukan upaya meredakan ketegangan Perang Dingin atau dinamakan masa détente. Apa dampak kebijakan yang disetujui di Asia Tenggara dalam bidang keamanan pada masa sekarang terkait dengan masa détente pada Perang Dingin ….a. Perekonomian meningkatb. Larangan penggunaan senjata nuklirc. Pengurangan senjata strategisd. Membantu negara – negara non nuklir yang menjadi korban perang nuklire. Munculnya organisasi ASEAN Pasca Perang Dingin, polarisasi berubah dari blok kiri dan blok kanan menjadi kerjasama negara – negara Kawasan utara dan Kawasan selatan. Wujud kerjasama antara kawasan utara dan selatan dalam bidang ekonomi adalah ….a. Munculnya pinjaman modal negara selatan kepada negara utarab. Keterbatasan sumber daya alam di negara selatan mengharuskan negara selatan ketergantungan bahan mentah dari negara utarac. Negara Kawasan utara menanamkan modalnya ke selatan untuk membangkitkan ekonomi negara – negara tersebutd. Munculnya kolonialisme di Kawasan utara dan selatane. Eksploitasi negara – negara selatan Blok Barat dan Blok Timur adalah dua blok yang sangat kuat dimasa Perang Dingin yang dipimpin oleh negara adikuasa …..a. Amerika dan Uni Sovietb. Inggris dan Jermanc. Italia dan Jermand. Jepang dan Cinae. Polandia dan Yugoslavia Arah kebijakan luar negeri Indonesia dimasa Perang Dingin pada tahun 1960 ketika Indonesia menerapkan system demokrasi …..a. Terpimpinb. Parlementerc. Liberald. Sosialise. Fasisme Perubahan tampuk kekuasan dari Orde Lama ke Orde Baru juga merubah haluan kebijakan luar negeri Indonesia. Yang mana lebih condong ke negara ……a. Uni Sovietb. Amerika Serikatc. Arabd. Inggris e. Cina Perhatikan nama – nama negara berikut 1 Afrika Selatan2 Amerika Latin3 Kanada4 Inggris5 JermanNegara – negara kelompok utara ditunjukkan pada nomor ….a. 1, 2 dan 3b. 1, 3 dan 5c. 2, 3 dan 4d. 2, 4 dan 5e. 3, 4 dan 5Jawablah pertanyaan dibawah Ini dengan benar dan jelas !1. Jelaskan keterkaitan berakhirnya Perang Dunia II dengan munculnya Perang Dingin!2. Jelaskan salah satu sejarah dari perang dingin di Kawasan Asia!3. Jelaskan bagaimana keadaan ekonomi Uni Soviet pasca Perang Dingin!4. Sebutkan dan jelaskan 3 organisasi aliansi militer yang berdiri pada Perang Dingin!5. Sebutkan tokoh – tokoh pendiri GNB!6. Sebutkan 3 latar belakang berdirinya ASEAN! Related posts 18
jelaskan upaya jerman dalam menyaingi kekuatan militer inggris