beralih ke KH. Dalhar. Sepeninggal kyai Dalhar, pesantren pun dipimpin oleh KH. Ahmad Abdul Haq (mbah Mad Watucongol). Pada tahun 2010 KH. Ahmad Abdul Haq berpulang kemudian kepemimpinan pondok pesantren ini diasuh oleh tiga putra KH. Ahmad Abdul Haq. (Luqman, 2017). Gambar 2.1 menunjukkan peta lokasi pondok Pesantren Darussalam Watucongol.
Tamat Sekolah Rakyat di Parakan, ia mengaji kepada K.H. Dalhar alias Mbah Dalhar (Pesantren Watucongol, Magelang), ulama besar yang pernah selama delapan tahun berkhalwat - mengasingkan diri untuk memusatkan perhatian pada ibadah (berzikir dan tafakur) kepada Allah SWT - di Gua Hira, tempat Rasulullah SAW melakukan hal yang sama, beruzlah.
Abuya berguru pada ulama-ulama sepuh di tanah Jawa. Di antaranya Abuya Abdul Chalim, Abuya Muqri Abdul Chamid, Mama Achmad Bakri (Mama Sempur), Mbah Dalhar Watucongol, Mbah Nawawi Jejeran Jogja, Mbah Khozin Bendo Pare, Mbah Baidlowi Lasem, Mbah Rukyat Kaliwungu dan masih banyak lagi. Kesemua guru- guru beliau bermuara pada Syech Nawawi al Bantany.
116 117 f Menelusuri Jejak ENAM KIAI SOLO RAYA Tim Penulis Darul Afkar Institute Mbah Hilal, Kiai Bakri Makarim langsung pulang dan dan Kiai Idris tidak berani membai'at, meskipun tidak ikut mengantarkan jenazah sebab beliau sedih mereka sebenarnya juga seorang mursyid.
Agus Nurul Hidayat Ahmad Abdul Haq pengasuh pondok pesantren Darussalam Putri Watucongol Muntilan Magelang, memang . Pengembangan kewirausahaan sosial yang dirintis oleh KH. Agus Nurul Hidayat Ahmad Abdul Haq pengasuh pondok pesantren Darussalam Putri Watucongol Muntilan Magelang, memang
BUYA DIMYATI Alangkah ruginya orang Indonesia kalau tidak mengenal ulama satu ini. Orang bilang Mbah Dim, Banten atau Abuya Dimyati bin Syaikh Muhammad
TjtUt.
putra putri mbah dalhar watucongol